Asosiasi Ahli Forensik Indonesia (AAFI) Cabang Padang Panjang meluncurkan program pelatihan khusus yang berfokus pada Otopsi Verbal (Verbal Autopsy). Otopsi verbal adalah metode investigasi yang digunakan untuk menentukan penyebab kematian ketika otopsi fisik tidak dapat dilakukan, seringkali karena keterbatasan fasilitas, kendala budaya, atau kondisi jenazah yang tidak memungkinkan. Program ini dirancang untuk membekali tenaga kesehatan, penyidik, dan petugas pencatat sipil dengan keterampilan mengumpulkan informasi dari keluarga atau saksi mata mengenai gejala, riwayat medis, dan kondisi yang mendahului kematian.
Pelatihan ini menjadi sangat penting di daerah pedalaman Padang Panjang dan sekitarnya, di mana akses ke rumah sakit dengan fasilitas forensik lengkap seringkali sulit. Anggota AAFI Padang Panjang mengajarkan teknik wawancara mendalam yang terstruktur, menggunakan kuesioner baku yang dirancang oleh WHO, untuk mendapatkan data yang akurat dan minim bias. Keterampilan ini mencakup bagaimana menggali informasi sensitif dari keluarga korban secara empatik namun objektif, sehingga rincian klinis dan kronologis kematian dapat direkonstruksi. Tujuannya adalah memastikan bahwa setiap kematian tak wajar, meskipun tanpa otopsi fisik, memiliki dokumentasi ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.
Meskipun otopsi verbal tidak dapat menggantikan otopsi medis sepenuhnya, hasilnya sangat berguna untuk keperluan statistik kesehatan publik, epidemiologi, dan penentuan tren penyakit atau angka kematian. Namun, dalam konteks hukum, pelatihan AAFI juga menekankan bagaimana hasil otopsi verbal dapat digunakan sebagai bukti pendukung yang kuat bagi penyidik dalam kasus dugaan kelalaian medis, atau sebagai dasar untuk menentukan apakah diperlukan upaya investigasi lebih lanjut. Kualitas data yang dikumpulkan melalui otopsi verbal sangat bergantung pada keahlian pewawancara dalam mengidentifikasi informasi klinis yang relevan.
Melalui peningkatan keahlian otopsi verbal ini, AAFI Padang Panjang berkontribusi pada peningkatan kualitas data kematian di daerah dan menjembatani kesenjangan antara kebutuhan hukum dan keterbatasan fasilitas medis. Program ini menegaskan komitmen AAFI untuk memastikan bahwa ilmu forensik dapat diterapkan secara fleksibel dan efektif, bahkan di wilayah terpencil, demi tercapainya keadilan dan akurasi data kesehatan bagi masyarakat Padang Panjang.