Asosiasi Ahli Forensik Indonesia (AAFI) Cabang Padang Panjang melaksanakan program pelatihan khusus yang menyasar petugas lapangan di lokasi-lokasi kritis, terutama yang berada di daerah pegunungan dan terpencil. Pelatihan ini bertujuan untuk mengatasi tantangan unik dalam Manajemen Bukti di lingkungan yang sulit diakses. Kondisi geografis yang ekstrem, seperti medan terjal, cuaca yang cepat berubah, dan keterbatasan infrastruktur, dapat dengan mudah merusak atau menghilangkan bukti fisik dan biologis di Tempat Kejadian Perkara (TKP) kriminalitas atau kecelakaan.

Fokus utama pelatihan ini adalah pada teknik pengamanan dan evakuasi bukti yang efisien dalam situasi darurat. Peserta, yang terdiri dari personel Kepolisian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan tenaga medis, diajarkan cara membuat sketsa TKP di medan yang tidak rata, menggunakan teknik fotografi forensik yang memadai meskipun dengan pencahayaan minim, dan yang paling penting, cara pengemasan dan transportasi sampel yang tepat. Teknik khusus diajarkan untuk menjaga suhu dan kelembaban sampel biologis (seperti darah atau DNA) agar tetap terjaga integritasnya selama perjalanan panjang dari lokasi terpencil ke laboratorium forensik.

Ketua AAFI Padang Panjang menjelaskan bahwa keahlian dalam manajemen bukti di daerah pegunungan sangat vital karena waktu respons yang dibutuhkan cenderung lebih lama. Selama periode gap tersebut, petugas lokal menjadi garda terdepan yang menentukan nasib bukti. Oleh karena itu, pelatihan ini menekankan pentingnya protokol Chain of Custody yang ketat. Dengan memiliki personel yang terampil di lokasi kritis, risiko kontaminasi dan hilangnya bukti dapat diminimalisir, memastikan bahwa kasus-kasus yang terjadi di daerah terpencil tetap memiliki landasan bukti ilmiah yang kuat di pengadilan.

Inisiatif AAFI Padang Panjang ini merupakan langkah maju dalam menjamin keadilan berbasis bukti yang merata hingga ke pelosok daerah. Dengan membekali petugas lapangan dengan keterampilan forensik praktis, diharapkan proses penyidikan dan penanganan bencana di daerah pegunungan dapat berjalan lebih cepat, efektif, dan akurat. Program ini menegaskan komitmen AAFI untuk memastikan bahwa kendala geografis tidak boleh menjadi penghalang bagi penegakan hukum yang profesional dan berbasis ilmu pengetahuan.